Rabu, 04 Agustus 2010

Pindah Ibukota Indonesia, Negara Bakal Hemat Rp 60 Triliun

bundaran-hi.jpg

Atas pemindahan ibukota negara, pemerintah sedikitnya akan mengurangi kemacetan yang setiap tahun menyedot kerugian mencapai Rp 60 triliun.

"Kita bisa menghemat kerugian sebesar Rp 60 triliun," ujar Kepala Lembaga Demografi FEUI Sonny Harry B Harmadi di gedung DPD, Jakarta, Rabu (4/8/2010).

Berdasar data yang dihimpunnya, lanjut dia, hal ini tidak terlepas dari melonjaknya komuter di Jakarta. Bila tahun 2002, JICA mengidentifikasi 740 ribu komuter, namun pada 2009 berubah menjadi 1,4 juta komuter.

Komuter adalah seseorang yang bepergian ke suatu kota untuk bekerja dan kembali ke kota tempat tinggalnya setiap hari, biasanya dari tempat tinggal yang cukup jauh dari tempat bekerjanya.

"Sekitar 21,3 persen komuter bekerja sebagai pegawai pemerintah di bidang adminitrasi pemerintahan dan pertahanan," ucapnya.

Kenaikan ini berjalan seiring menguatnya pertumbuhan kendaraan. Tahun 2007, pertumbuhan jumlah mobil di DKI Jakarta sekitar 7,75 persen. Sedangkan motor naik sekitar 12,5 persen.

"Padahal di tahun sebelumnya, pertumbuhan jalan hanya 4,9 persen," imbuhnya. (Tribunnews.com/ade mayasanto)

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2011 Fakta aneh dan unik - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore